Tersesat di Mal Terbesar di Dunia

Bagaimana rasanya berada di sebuah mal yang luasnya 50 kali lapangan sepakbola? Selain ukurannya yang raksasa, mal ini ternyata punya hal-hal spektakuler lain yang bisa disaksikan di dalamnya.

2 August 2015

Begini Cara Mencari Akomodasi Murah di Iran

Setelah posting blog sebelumnya yang berjudul Mau Backpacking keIran? Syarat Visanya Ternyata Gampang!, banyak pertanyaan yang masuk ke inbox saya. Sebagian besar berisi pertanyaan soal bagaimana mencari penginapan murah di Iran. Maklum, akibat embargo ekonomi, situs reservasi andalan seperti hostelworld atau hostelbookers sama sekali tidak memuat daftar akomodasi di Iran.

Saya sendiri juga mengalami kesulitan serupa. Kalau mau ke destinasi lain biasanya cukup buka situs reservasi, lalu lihat review-nya. Tapi tidak dengan Iran, memilih dan memesan akomodasi menjadi persoalan yang agak rumit. Soal ini, baca artikel Repotnya Memesan Akomodasi di Iran.

Kalau tidak tercantum di situs reservasi, lalu bagaimana cara saya mendapatkan alamat serta info tarif penginapan murah di Iran? Beberapa tips ini semoga bisa membantu Anda.

Repotnya Memesan Akomodasi di Iran

Jangan harap bisa menemukan daftar hostel murah di Iran lewat situs reservasi yang biasa kita gunakan seperti hostelworld.com atau hostelbookers.com. Kok bisa begitu? Iya, karena perusahaan Visa dan Mastercard yang menjadi mitra situs-situs reservasi tersebut adalah perusahaan milik Amerika Serikat. Kita semua tahu, embargo ekonomi dari pemerintah Amerika Serikat melarang aktivitas bisnis yang berhubungan dengan perusahaan di Iran. Itulah sebabnya, hotel dan hostel di Iran tak bisa menggunakan fasilitas Visa dan Mastercard yang biasa kita pakai untuk memesan akomodasi lewat internet.

4 July 2015

Tak Bat, Ritual Pagi di Luang Prabang

Barisan panjang biksu berjubah warna jingga dan berjalan tanpa alas kaki, menjadi pemandangan menarik yang mengawali pagi hari di kota Luang Prabang, Laos utara.

Para rohaniwan Buddha itu melakukan ritual Tak Bat, upacara pengumpulan sumbangan yang menjadi tradisi aliran Buddha Theravada sejak berabad-abad lalu. Sayangnya, kesakralan ritual ini mulai terganggu akibat ulah wisatawan.

7 June 2015

Katanya Anti Amerika, Kok Minumnya Coca Cola?

Penampilan boleh konservatif, tapi minumnya tetap Coca Cola
Meski setiap hari dijejali tayangan TV berisi propaganda anti Amerika, orang Iran tetap tergila-gila dengan produk buatan negara Paman Sam. Bukan pemandangan aneh kalau orang lokal menyantap kebab ditemani Coca Cola atau Pepsi. Di pusat-pusat perbelanjaan, anak-anak muda berdandan trendi tak segan memamerkan Iphone terbaru mereka. Begitulah, propaganda tinggal propaganda. Orang Iran agaknya lebih suka bergaya dengan produk buatan musuh pemerintah mereka.

10 May 2015

Mau Backpacking ke Iran? Syarat Visanya Ternyata Gampang!

Bandara Imam Khomeini, Tehran
Anda punya keinginan backpacking ke Iran, tapi belum tahu bagaimana cara mengajukan visanya? Simak informasi berikut ini yang berdasarkan pengalaman saya sendiri dan sudah terbukti berhasil.

Meski  Iran terkesan negara tertutup dan sering punya masalah dengan negara-negara barat, cara mendapatkan visanya ternyata sangat-sangat gampang. Untuk pemegang paspor Indonesia, dibolehkan mengajukan visa setelah kedatangan alias visa on arrival. Sebagian besar negara-negara di dunia juga diberi  fasilitas serupa, kecuali pemegang paspor Amerika Serikat, Inggris dan Kanada. Warga dari negara-negara ini diharuskan mengajukan visa sebelum kedatangan, serta wajib didampingi pemandu wisata lokal ke manapun mereka bepergian selama di  Iran. Wah, repot sekali, bukan?

5 January 2015

Rumah Kenangan Jenderal AH Nasution

Dini hari tangggal 1 Oktober 1965, derap sepatu tentara membangunkan Bu Nas dari tidurnya. Istri Jenderal AH Nasution itu segera bangkit dari ranjang, lalu mengintip dari balik pintu kamar untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. “Cakrabirawa”, bisik Bu Nas pada Pak Nas yang juga sudah terjaga. Pak Nas pun segera bangkit, kembali membuka pintu kamar untuk melihat tentara Cakrabirawa yang sedang mengepung rumahnya. Tapi yang terdengar kemudian adalah desing senjata api yang hampir saja mengenai Pak Nas.

9 December 2014

Mengenang Tragedi Pembantaian Massal di Kamboja

Tengkorak korban pembantaian massal
Memorial kelam itu tersimpan dalam bangunan stupa yang menyimpan ribuan tengkorak dan tulang belulang manusia. Sisa-sisa jasad lainnya masih terserak dalam kuburan massal di sekitarnya yang terkadang muncul ke permukaan tanah setelah hujan reda. Inilah monumen yang akan mengusik nurani kita, tapi perlu persiapan mental sebelum melihatnya.